Category Archives: ALL POSTS

List of all my blog post

Moving Mountains

As I wrote earlier today, right now I am in the middle of a life-changing moment, on whether or not I got accepted in this new company..

I have been staring at my phone for more than 10 times, and while I’m waiting for that telephone (which might not be ringing at all, or in other word.. “they find someone else..”), whatever it is, I’m trying to calm myself down, do my best to keep my head up, and believe that,

no matter what happen, I will still be able to move mountains.

So I scrolled through my music folder and these are the songs to help me get through this ‘awfully-terribly-extremely-horribly LOOOOOOONG day’ without losing faith to myself.

My first intention was to get motivated, but at some songs I begin to shed some tears (notice the emoticon?). There’s too many emotions involved.

(In no particular order, these songs saved me before, and it will save me always)

  1. Daniel Powter – Lose To Win
  2. Des’ree – You Gotta Be
  3. Kid Rock – Only God Knows Why
  4. Matchbox 20 – These Hard Times
  5. Green Day – 21 Guns
  6. Martina McBride – Do It Anyway 😦
  7. Decemberadio – Find You Waiting  😦
  8. The Beatles – Let it Be
  9. Linkin Park – Iridescent
  10. Bon Jovi – Living on A Prayer
  11. REM – Everybody Hurts
  12. Simple Plan – Anywhere Else But Here
  13. Sublime – What I Got
  14. The Glee Version of Charlie Chaplin’s Smile 😦
  15. Ingrid Michaelson – Keep Breathing
  16. Alanis Morissette – Hand In My Pocket
  17. Alanis Morissette – That I Would Be Good 😦
  18. 3 Doors Down – Away From The Sun 😦
  19. Oasis – The Masterplan / Sunday Morning Call 😦
  20. Linkin Park – Shadow Of The Day 😦
  21. Rivers Cuomo – Longtime Sunshine
  22. Smash Mouth – Hang On
  23. The Used – Yesterday’s Feeling
  24. Avril Lavigne – Tomorrow
  25. The Beatles cover by Syesha Mercado – Yesterday
  26. Natasha Bedingfield – (No More) What If(s)
  27. Foo Fighters – Ain’t It The Life 😦
  28. Miley Cyrus – The Climb
  29. No Doubt – Running
  30. Radiohead – No Surprises
  31. Bruno Mars – Never Say You Can’t 😦 😦 😦
  32. Fort Minor – Remember The Name
  33. Shooter – Life’s A Bitch
  34. The Queers – I Wanna Be Happy
  35. Five For Fighting – Superman
  36. Faith No More’s version of “I Started a Joke”
  37. Dream Theater – The Spirit Carries On
  38. Bowling For Soup – When We Die
  39. 311 – All Mixed Up
  40. Green Day – Good Riddance (Time of Your Life) 😦
  41. The Fray – All At Once
  42. Chumbawamba – Tubthumping
  43. Relient K – Forget and Not Slow Down
  44. Carrie Underwood – Lesson Learned 😦
  45. Dido – Look No Further
  46. Sum 41 – Pull The Curtain
  47. Natasha Bedingfield – Unwritten
  48. Alicia Keys – Superwoman
  49. Lighthouse Family – Postcard From Heaven 😦
  50. Pink – Crystal Ball 😦

Enjoy and hope it helps to relieve any doubts, pain, regrets, anything..

 

Advertisements

Leave a comment

Filed under ALL POSTS, MUSIC

The Waiting Game

On October 2011, I was in the middle of a big decision. Perhaps one of the biggest decision I ever made in my entire life, and it involved a great deal of waiting.

I’ve made other big decisions before,

Graduated from college and got my first job on August 2005, got married on January 2007, got accepted and joined another company on August 2007, received positive pregnancy on August 2008, and decide to deliver Bintang by C-Section.. and the latest, received my home-loan/mortgage approval on November 2011, and officially moved to our (so-called) OWN home.. on January 2012.

November 2011, prior to receiving my mortgage approval, my life was like hell. I couldn’t enjoy eating, sleeping, and all I can think about was “that” house and how much I want to stay there IMMEDIATELY.

I got excited to almost every telephone call, and got mad when it came from someone else and not the bank PIC, I got up earlier in the morning, and was anxious the whole entire day, …

and now I am in that same situation, all over again.

Two weeks ago, I got called for a job interview. I love the job description, and the challenges that I shall face, the amount of new learning experiences and opportunities that I will get.

Everything went smoothly, and last week, I received their offer by telephone with a salary which was a little bit lower than what I expected. My immediate reply was to ask for increase and a moment to think about their offer.

Several days later, I called them and requested to check their employment contract. I’ve seen it, felt OK with it, I even agreed to the salary they offered, but then the Branch Manager replied,

“Actually, our country manager is still very busy and I haven’t been able to reach him by phone and e-mail. He’s the one who is in charge to prepare your contract, and we both have to wait for his decision. I will deal with this matter next week, and give you a call once it’s all clear.

I felt like jumping into a very deep well, and said to myself “there’s still a possibility that I fail this, this is very hard to handle.”

And today is Monday, the beginning of a new week.

I can only pray that the country manager have decided to pick me, prepare my contract, and invite me to come and sign the contract. My prayer is so focused, and this has filled my head so much, since Friday.

Help me God.. To accept whatever it is You have planned for me!

* * *

Leave a comment

Filed under ALL POSTS, WOMEN CORNER

Viro, Live The Moments

“We’re so busy watching out for what’s just ahead of us that we don’t take time to enjoy where we are.”~ Bill Watterson (American Cartoonist).

Dan saya setuju banget sama pendapat itu, yang kurang lebih artinya begini:

“Terkadang kita terlalu khawatir dengan apa yang akan terjadi di masa depan, sehingga kita gagal menikmati apa yang kita miliki sekarang.”

Begini kurang lebih kondisi otak kita (kita? saya, maksudnya) kalau kebanyakan mikirin hal-hal yang kurang berbobot.

ruwet banget yak..

Ujung-ujungnya pusing sendiri dan nggak puas sama keadaan yang ada saat ini. Padahal kalau dibandingkan dengan tahun 2006 ketika saya baru saja menikah dan pindah dari satu kost ke kost lain (rekor saya pindah kost 5x dalam setahun), kondisi saya sekarang ini sudah jauh lebih baik, bahkan lebih baik dari yang pernah saya bayangkan.

Jadi lebih baik kita mikirin lovely moments aja ya daripada yang nggak penting? Iya dong, daripada meratapi nasib dan terus-terusan membandingkan diri sendiri sama orang lain yang posisinya “lebih” diatas kita, saya putuskan untuk lebih menikmati hidup aja. Dari segala kesukaran yang saya alami bersama suami sejak awal menikah sampai sekarang, kira-kira enam tahun lamanya, ada banyak hikmah yang bisa kita ambil sebagai pelajaran berharga untuk melangkah menuju masa depan yang lebih baik.

Semua orang pasti punya keinginan untuk jadi yang terbaik, tapi nggak ada salahnya untuk menikmati keberhasilan pribadi ketika kita sudah berhasil menjadi lebih baik dari kemarin.

Sehubungan dengan keberhasilan, walaupun masih nyicil dan harus mengencangkan ikat pinggang (sumpah, beraaaaat banget ini buat saya!) tapi awal tahun 2012 kemarin kami berhasil punya rumah sendiri, aman dan nggak takut sewaktu-waktu diusir sama pemilik kontrakan. Memang sepele sih, hanya rumah, bukan menang piala Oscar atau dapet hadiah keliling dunia, tapi kami puas dan bangga karena rumah ini seratus persen hasil jerih payah saya dan suami, murni!

😀

Tahun 2009 lalu, saya dapet karunia seorang anak laki-laki yang pinter, lengkap, normal, tidak kekurangan sesuatu apapun. Bintang namanya. Sekarang sudah berusia tiga tahun dan masuk playgroup. Salah satu acara favoritnya adalah jalan-jalan ke Museum Secret Zoo di Batu, Malang,  berenang, dan tampil di acara-acara membawakan tarian tradisional Indonesia bersama sekolahnya.

Nih anak saya, ganteng gak.. ini waktu kita di museum secret zoo (Batu – Malang)

yang sehaaat, sehaat, yang sehaaat..

ada yang butuh drummer gak nih, om.. tante?

Untuk urusan pekerjaan ada juga perkembangan karena saya dipercaya untuk ngurusin beberapa aktivitas baru di departemen sales. Awalnya saya sempat “jual mahal” karena tidak ada kenaikan gaji, males banget! Tapi akibat dukungan suami dan keluarga untuk selalu berfikir positif saya putuskan untuk menerima.

Ternyata dari sini, saya belajar banyak sekali hal baru, mulai dari gimana komunikasi sama orang bule, gimana ribetnya ngurusin impor barang di bea cukai, gimana cara halus untuk protes ke orang angkutan yang kasih tagihan seenaknya, dan banyak lagi hal lain yang bisa mempercantik curriculum vitae saya buat cari kerjaan di tempat lain, haha..

Sebenernya enak atau nggak enak keadaan kita sekarang bisa diatur dari kepala juga. Saya punya sahabat yang baru saja keluar dari LP karena kasus sabu-sabu. Malah dia yang rajin mengingatkan saya bahwa dunia itu berputar, tanamkan pemikiran-pemikiran yang positif di otak kita, dan yakin akan terjadi perubahan dalam keseharian kita. Ironis ya, yang mengingatkan saya justru teman yang baru lepas dari kasus narkoba, ck!

Kalau teman saya bisa belajar dari perjalanan hidupnya yang sempat tersandung kasus narkoba dan tidak kehilangan semangat, maka seharusnya saya bisa lebih baik!

Eh, tapi jangan lupa ya, untuk selalu memastikan bahwa otak kita bisa berfikir tentang hal-hal baik, jangan sampai kita kekurangan cairan. Supaya hasilnya baik, kita musti kasih yang baik juga. Kalau saya sendiri, setiap kali mood berubah jelek, itu saya anggap sebagai warning bahwa badan butuh dikasih Viro secepatnya! Soal peran air mineral bagi kesehatan tubuh, kita semua pasti sudah tahu kan, kalau belum coba aja main-main ke websitenya Viro.

Membahas soal kesehatan dan Viro saya jadi ingat bahwa akhir pekan besok mau ajak sekeluarga jalan-jalan ke Batu Secret Zoo lagi! Ini salah satu rutinitas kami yang paling ditunggu-tunggu. Our most unforgettable moments! Karena disana banyak hal yang bisa dipelajari, bukan hanya oleh anak-anak tapi juga orang dewasa!

curiosity belongs to all of us, not just kids! 🙂

Sebelum berangkat, tentu saja saya harus siapkan beberapa botol Viro untuk persediaan kami selama berada disana. Enaknya Viro tersedia dalam ukuran 330ml, pas banget masuk ke tas tapi nggak bikin berat! Supaya semua bisa menikmati perjalanan tanpa mengalami kekurangan cairan!

* * *

Tulisan ini, selain sebagai reminder betapa kita sering terlalu banyak mengeluh dan khawatir tentang hal-hal yang nggak penting, juga diikutkan dalam lomba yang diadakan Blognya Viro Air Mineral.

ikutan ajaaaa

1 Comment

Filed under ALL POSTS

Belajar Hal Baru, Setiap Hari!

Bagi saya, hidup yang menyenangkan adalah hidup yang dinamis. Sejak remaja saya selalu mendapat dukungan dari orang tua untuk bergabung sebagai gitaris dan bassist di beberapa band rock, terpilih menjadi anggota inti tim basket, dan bekerja paruh waktu sebagai penerjemah bahasa Inggris-Indonesia, semua begitu menyenangkan sekaligus menantang. Tidak ada hari yang terlewati tanpa belajar sesuatu hal baru.

ketika manggung delapan tahun lalu

Lalu datanglah rutinitas. Pekerjaan, anak, urusan rumah tangga. Jika tidak disikapi dengan tepat, hidup yang seharusnya selalu dinamis bisa berubah menjadi sesuatu yang stagnan dan membosankan. Tapi saya bukan tipe perempuan yang menyerah begitu saja terhadap keadaan.

Kita hidup di era modern, dimana ada teknologi bernama internet, yang memungkinkan kita untuk bebas mempelajari berbagai macam hal baru setiap hari.

Misalnya dalam hal musik. Meskipun sudah pensiun dari band, tetapi musik akan selau menjadi bagian penting dari hidup saya, bahkan sekarang anak saya, Bintang, 3 tahun, sudah mulai menunjukkan bakatnya dalam bermusik. Melalui internet saya bisa memuaskan rasa ingin tahu seputar band favorit dan update terbaru dari mereka. Saya bisa memperlihatkan video dan lagu anak-anak kesukaan Bintang melalui YouTube. Seperti lagu Twinkle-Twinkle Little Star ini yang liriknya berhasil dihafalkan dengan begitu cepat.

Selain internet, adalah teknologi digital yang membuat kami sekeluarga bisa menikmati musik di mobil, dirumah, dan melalui MP3 player yang setia menemani saya ketika olahraga pagi, atau di perjalanan menuju dan sepulang dari kantor. Saya percaya musik memiliki kemampuan luar biasa untuk memperbaiki mood yang jelek. Perempuan cantik tidak hanya dilihat dari luar tapi juga dari dalam, dan kondisi mood tentu saja berpengaruh terhadap inner beauty kita, bukan?

Nah, sehubungan dengan inner beauty, seringkali stress karena pekerjaan mengakibatkan kita tidak menikmati hidup. Padahal salah satu cara untuk dapat menikmati hidup adalah dengan menikmati pekerjaan kita.

Saat terbaik dimana saya menikmati pekerjaan adalah ketika saya berhasil menyelesaikan sebuah tantangan dengan baik. Hal ini  membawa kepuasan  tersendiri yang membuat saya merasa lebih berarti.

Misalnya ketika mendapatkan tugas baru untuk menangani impor barang dari luar negeri, pembayaran pajak, dan berurusan dengan bea cukai. Padahal saya tidak ada pengalaman. Tapi bukan perempuan di era digital namanya kalau cuman bisa bengong tanpa melakukan apa-apa. Saya coba cek beberapa teman yang ada di kontak BBM, Facebook, bahkan Twitter, dan kebetulan diantara mereka ada yang biasa menangani urusan impor. Saya ajak mereka bertemu dan share kesulitan saya, dan mereka pun dengan senang hati membantu. Lagi-lagi saya belajar hal baru hari itu.

Mungkin bisa dibilang perempuan modern jaman sekarang tidak bisa hidup tanpa teknologi. Saya sendiri sebelum ke salon untuk potong rambut, pasti akan menyempatkan diri untuk browsing contoh hair style yang kira-kira akan cocok. Lalu mengambil fotonya, dan mengirimkan ke suami untuk meminta pendapat. Ini adalah salah satu contoh dimana saya melibatkan “pihak terdekat” dalam mengambil keputusan, hehe.. Ketika merasa kangen dengan Bintang yang ada dirumah bersama baby sitter, saya telpon dan meminta dia untuk mengambil fotonya lalu mengirimkan ke saya. Saya merasa cukup beruntung punya baby sitter yang tidak gaptek.

belajar sesuatu, setiap hari!

Seperti apapun dinamika keseharian kita pada akhirnya tetap harus diimbangi dengan selalu bersyukur dan ikhlas menerima kehidupan yang diberikan Tuhan. Seringkali ketika melihat foto-foto yang tersimpan di komputer sejak bertahun-tahun lalu, saya tersenyum sekaligus merasa terharu betapa banyak perubahan yang telah terjadi pada keluarga, teman dan kerabat. Mereka yang dulu ada, kini tiada, yang dulu sehat, kini menderita sakit, yang dulu kecil sekarang remaja, dan seterusnya. Karunia Tuhan memang tidak mengenal batas, dan kita manusia begitu kecil dihadapan-Nya.

Kurang lebih begitu juga yang saya rasakan ketika berlibur ke lokasi yang begitu indah. Ketika suami sibuk mengambil foto kami sekeluarga, saya terkadang merasa begitu ingin membagi keindahan ini dengan orang lain. Apalagi kondisi jaman sekarang dimana tempat liburan alami dan bersejarah semakin minim tergusur oleh pusat-pusat perbelanjaan, membuat anak-anak semakin konsumtif dan melupakan budaya bangsanya sendiri. Hal inilah yang mendorong saya untuk membuat proyek pribadi berupa buku dengan tema panduan liburan anak, dimana saya akan berbagi lokasi-lokasi liburan alternatif yang dapat memperkaya pengalaman anak sekaligus mengenalkan budaya bangsa Indonesia kepada generasi penerus.

Perempuan modern adalah perempuan yang cerdas dan bisa berkarya sesuai kemampuannya. Ayo saling mendukung, saling berbagi pengetahuan serta informasi, dan belajar hal baru, setiap hari!

* * *

Tulisan ini dimaksudkan untuk diikutsertakan dalam kontes Fastron Blogging Challenge.

2 Comments

Filed under ALL POSTS

Aku dan Ponsel Cerdas Yang Terkenal Itu ….

“Bintang, ayo lihat kesini dong!”

Klik!

“Waaah, fotonya bagus! Ayo cepetan di-upload dan kirim ke ayahnya! Pasti senang lihat tingkah lucu anak kamu!” kata Shinta, teman saya yang hari itu juga mengantar putrinya masuk playgroup. Duh, moga-moga sinyal mendukung buat upload foto..” gumam saya dalam hati. Sebagai pemakai setia ponsel cerdas, saya sering merasa jengkel dengan kualitas sinyal dan perangkat yang (walaupun bermerek) tapi lebih sering bikin sakit hati daripada bikin happy.

Hari ini pertama kalinya Bintang, anak saya yang berusia 3 tahun masuk playgroup. Sebagai ibu bekerja, ini berarti saya harus meninggalkan kantor. Tapi saya berusaha tenang, karena ponsel cerdas bisa menerima dan membalas e-mail layaknya komputer atau laptop. Hanya saja, lagi-lagi fitur canggih ini bergantung kepada kondisi sinyal dan ponsel itu sendiri. Tapi saya lirik Shinta, dia tenang sekali bersama ponsel cerdasnya. Upload foto, telpon suaminya, browsing, diutak-atik terus tanpa terkesan bete. Sementara saya, dari tadi mau upload foto saja susah sekali!

Tiba-tiba ada e-mail masuk. Si bos yang orang Jepang menanyakan beberapa hal dan meminta balasan secepatnya. “Ah, gampang..” pikir saya. Tinggal dibalas saja. Ketik ini, ketik itu, maklum orang asing jadi harus pakai bahasa Inggris. Jadi deh, bagus juga kata-katanya! Tapi ketika mau dikirim, ponsel cerdas saya mendadak mati!

Huaaa.. Sudah susah-susah bikin e-mail malah mati, berarti harus diulang lagi!

Sambil menunggu ponsel cerdas menyala, saya lalu coba telpon suami pakai handphone lain, yang pakai pulsa lokal. Rasanya ingin untuk cerita soal tingkah Bintang di hari pertamanya sekolah. Tapi tidak diangkat, akhirnya saya SMS, dan ternyata ketinggalan. “Telpon saja ke nomor GSM” katanya. Wah, boros pulsa kalau harus telpon ke GSM. Lalu masuk SMS dari suami, “tolong cek kurs USD hari ini berapa, aku tidak sempat, kalau bagus aku mau tukar Rupiah.” Gawat, musti browsing ke website BI atau Departemen Keuangan, koneksi jelek begini.

“Kenapa, neng? Kok jutek gitu wajah kamu? tanya Shinta

“Iya nih, mau bales e-mail malah restart sendiri. Telpon suami, musti ke nomer GSM, mahal! Disuruh browsing, tapi sinyal lemot begini.. Aduh stress aku! Ya kalo ini ponsel murah, ini mahaaal belinya!”

“Sabaaar…” kata Shinta, sambil tetap mengutak-atik ponselnya. “Kalau perlu untuk browsing, coba pakai ponsel punyaku ini..”

Sepintas kurang meyakinkan bagi saya yang terbiasa memakai ponsel cerdas bermerek terkenal, untuk browsing pakai ponsel milik Shinta. Tapi ternyata koneksinya cepat dan stabil. Bahkan ketika Shinta minta saya untuk memotret dia dan putrinya, hasilnya juga tajam dan bagus sekali.

“Ini ponsel apa Shin? lumayan takjub aku dengan kualitasnya.” sambil malu-malu saya pun bertanya.

“Waaah, mau punya juga ya? Ini Nokia Asha. Aku ada infonya, coba dilihat deh!”

Paket bundling Indosat Mobile dan Nokia! Berisi Kartu Indosat Mobile dan handset Nokia. Kini hadir untuk para Wanita Indonesia dengan benefit GRATIS paket “Hebat Keluarga” Selama 30 Hari dan Layanan Info Wanita

Ternyata, Nokia baru launching produk terbaru Nokia Asha yang didukung kemampuan browsing cepat dan stabil. Selain perangkat yang canggih, paket bundling Indosat memungkinkan kita memperoleh koneksi dan sinyal kuat Indosat dimanapun dan kapanpun. Cocok banget buat perempuan yang sibuk, tapi tetap update selalu.

Nokia Asha 202 (nokia.com/id)

Hebatnya lagi, Indosat melengkapi ponsel keren ini dengan paket “Hebat Keluarga” yang memungkinkan saya bebas ngobrol sama suami secara lebih hemat. Ada juga layanan info wanita yang berisi tips maupun informasi penting bagi perempuan yang sibuk, sehingga tidak sempat mengakses berita, namun tetap update dan smart dalam menjalankan tugasnya sehari-hari. Merasa ribet bawa beberapa ponsel? Nokia Asha dilengkapi dual SIM lho!

Keren kan?” tanya Shinta. “Nggak berat di ongkos pula!”

Sayapun mengangguk. Dan sesegera mungkin merencanakan untuk bisa merasakan keuntungan memakai ponsel yang benar-benar cerdas, dan bisa mempermudah saya dalam mengurus pekerjaan, anak, dan keluarga.

Dan tidak sabar mencoba kehebatan layar sentuhnya!

* * *

“Tulisan ini diikutsertakan dalam Kontes “Ponsel Pintar untuk Perempuan Indonesia” yang diselenggarakan oleh EmakBlogger

2 Comments

Filed under ALL POSTS

Myth of Empathy

… or, perhaps we know it better as the “Tepa Selira” culture, that sometimes we need to feel the pain of others, which has been taught by our elders from one generation to another, and finally becoming part of our own beliefs.

Couple of days ago, as I enjoyed dinner with all staffs from work, including my Japanese boss, he asked me “How long does it take from your home to the office, especially morning time?” I know the reason behind this question –my terrible record of punctuality– so I decided to give him false answer and at the same time begging for his empathy. I said, “Around 45 minutes to 1 hour, and I use a motorbike..” (on reality I need only 20-30 minutes).

He replied, “What?” (and I feel very happy instantly because I thought, “yes! he feels my pain!”) .. but then he continued: “Very fast indeed!” (and I feel sick, now I hope all these food in my stomach to remain where they belong) ..

I don’t recall the exact expression on my face, all I know the words coming out from his mouth made me feel worse.. He kept on saying, “Every morning I have to leave my apartment at 6 AM, and spent almost 2 hours to reach the office. My wife and kids are still sleeping, so I said goodbye to my pretty dog. At night, I usually have dinner with customers, and then go to karaoke, so I arrive at 2 or 3 AM, and everyone already sleeping, so I can only said hello to my pretty dog.. On Saturday and Sunday, I play golf..

. . .

I was begging for his empathy now it’s the other way around. I said to myself not to repeat the same mistake, and will not beg for anyone to feel sorry for me. If I want something (such as salary raise), I have to proudly show my achievements at work, and then I can fight for what I must receive.

This is also something that I will teach my son. The culture of tepa selira is a good thing as long as you complete it with correct implementations. In my own personal case, I might have implemented it wrongly and used it to persuade my boss, which obviously didn’t work.

So maybe we all should stop feeling sorry for ourselves and do something else valuable instead.

* * *

Leave a comment

Filed under ALL POSTS

Less Instructions = More Creativity

After 2 weeks attending playschool, today my son Bintang made a scene. This isn’t the first time he did something weird  because couple of days ago, when the teacher told everyone in the classroom to sing “Bintang Kecil” my son refused and yelled “No! let’s sing Gundul-Gundul Pacul instead!” .. which made the whole class sing Gundul-Gundul Pacul first… and then Bintang Kecil.

Today, the whole class played outside the classroom and took a trip inside Carrefour for “practical life” lesson about grocery shopping, healthy food vs junk food, and payment issues. After the trip, all kids took part on “Doughnut Contest” where the fastest kid who can eat a doughnut, wins. Bintang, who already ate breakfast with a glass of milk, did nothing but stare at the doughnut. He was focused on something else instead. The “kereta kelinci” (small train) in front of Carrefour which is ready to take everyone for a ride around their playschool.

Up to the train ride, Bintang was “okay” as in enjoying the whole outdoor activities, although he refused to join his friends and teachers standing in front of the train for a photograph, and asked to take their pictures instead.

During all those activities, Bintang was excited and his nanny was there with him all the time. I wasn’t there until the train ride has finished.

And then.. the next schedule was one of the big moment: performing “Cublak-Cublak Suweng” dance, in Carrefour’s stage, in front of a bunch of people, where everybody paid their attention to the s-t-a-g-e.

Bintang totally refused to perform. And I got upset. So both mommy and son were emotionally exhausted, right in front of the school teachers, and other mommies as well. What an embarrassing scene it was!

😀

According to the teacher, there were three reasons:

1) Because I was there, he choose to spend time with me, instead with his friends and teachers.

2) Because he got scared with the idea of “performing in front of a crowd

3) He never enjoyed following other people’s instructions.

For reason number 1 and 2, okay I will accept my son the way he is, and try to be more patience.

But for reason number 3, I got confused.

One of the great things about children is how much creativity they have. And we, as parents, were sometimes got blown away by the funny things they said, or by the unexplainable (but cute) things they did. And one reason behind all this amazing development is due to their free will. Their initiatives. Their imaginations run very wild because they are free to think about anything, and this is very important in any kids’ healthy development.

Now let’s talk about instructions. Structure. Obligations.

I don’t mean to refuse the idea of giving instructions to a 3 year old like Bintang, but I also couldn’t understand the point of it. I want my son to have the courage to walk towards the stage by himself, I really do, and I must work on this matter. But to have him dance in accordance to the teachers? It’s okay if he want to, or if he can imitate the moves of his friends or teachers, but I wouldn’t blame him if he choose to perform his own movements. I will be proud of him, a lot!

I know it will be awful to look at, a bunch of kids, dancing around with different moves one from another, but come on people, they’re only 3-4 years old! We should be focusing on their courage to perform in public, and enjoy their creative moves, instead of being frustrated by the fact that they don’t follow their teachers’ moves/instructions.

And that was the thing I realized after having my own emotional meltdown today. I simplify my duty to support Bintang to have more courage in public, to have fun on stage with friends.

I will give less instructions, and allowing him for more initiatives.

After all, that is the root of their self esteem and creativity.

🙂

* * *

 

 

Leave a comment

Filed under ALL POSTS, KIDS