Tentang Sanggar Kreativitas Bona

Menjadi orang tua jaman sekarang memang beda dengan jaman dulu, termasuk juga dalam hal memilih sekolah. Saya sendiri sempat kebingungan karena bertemu dengan banyak sekali pertanyaan seputar masalah sekolah untuk Bintang, yang bulan Mei 2012 nanti genap berusia 3 tahun. Mulai dari jenis sekolah seperti apa yang baik (play-based, montessori, sekolah alam, kurikulum, bahasa pengantar Indonesia/Inggris/Mandarin), sampai kepada masalah jarak, jam berapa kelas dimulai, berapa biaya uang pangkal dan SPP bulanan, kondisi sekolah dan calon teman-teman sekelas.

…. cukup memusingkan, ternyata.

Dan seperti kebanyakan orang tua baru lainnya, kesalahan saya berawal dari hal yang sepele, yaitu lupa melihat karakter anak. Tahap awal yang harus diperhatikan, terutama jika menyangkut soal pendidikan usia dini adalah memahami karakter anak, dan mencari institusi yang sesuai agar nantinya anak bisa memaksimalkan potensinya. Contoh kesalahan saya adalah memasukan syarat “punya ruang bermain outdoor” kedalam checklist, padahal Bintang bukan tipe anak yang suka bermain diluar. Terlanjur pusing, padahal itu tidak penting!

Saya juga sempat menemukan sekolah yang belum apa-apa sudah bertanya, “Apa Bintang sudah pernah sekolah sebelumnya? Karena disini target kami cukup tinggi, jadi kami khawatir jika nanti Bintang tertinggal dan tidak bisa mengikuti pelajaran.” Saya dan suami cuman bisa geleng-geleng kepala, dan berkata dalam hati, “Ini kita yang katrok atau mereka yang sinting ya?”

Walaupun termasuk anak yang ekstra talkative alias cerewet, Bintang tetap butuh waktu untuk beradaptasi di lingkungan yang asing. Slow to warm, istilahnya. Jadi saya harus benar-benar memastikan dia enjoy dengan suasana sekolahnya, dan mau berinteraksi dengan guru atau teman sekelas.

Tentang Sanggar Kreativitas Bona

Tanpa ada maksud untuk promosi, saya coba datang atas undangan free trial dari Sanggar Kreativitas Bona (SKB), yang merupakan anak perusahaan Kompas-Gramedia, khusus menangani bidang pendidikan anak usia dini. Kelompok bermain yang relatif “baru” untuk wilayah Surabaya, dengan konsep play-based dan tidak ada target ataupun pressure bagi anak usia 2 hingga 5 tahun. Fokus dari SKB bukan tertuju pada kemampuan akademik anak (baca-tulis-hitung, angka/huruf), tetapi pada kemandirian dan kreativitas anak, walaupun ada sedikit (dan memang benar-benar sedikit) sekali pengenalan terhadap angka.

Dalam setiap pertemuan (seminggu 3x, masing-masing selama 2 jam), pembiasaan kemandirian sudah dimulai sejak anak berada didepan sekolah, karena anak diharuskan membawa tas sekolahnya sendiri, melepas sepatu sendiri sebelum masuk kelas, meletakan tas di tempat khusus, lalu duduk di bangkunya masing-masing. Lalu dilanjutkan ke aktivitas yang melatih motorik kasar anak (olahraga ringan), story telling untuk melatih kemampuan listening comprehension anak, lalu art & craft untuk melatih motorik halus, seperti menggunting, menempel, atau prakarya.

Setelah motorik halus, anak kembali dibiasakan untuk mandiri, yaitu dengan mencuci tangan sendiri, lalu mengambilsnack didalam tas masing-masing dan makan bersama. Setelah makan, anak juga harus mencuci tangan, dan mulai melakukan kegiatan kesenian seperti mewarnai, menggambar, bernyanyi, atau berlatih alat musik. Sekitar 30 menit sebelum pulang, anak diberikan waktu bebas untuk bermain apapun sendirian, atau bersama temannya, sambil guru menulis di buku penghubung murid. Kelas diakhiri dengan guru “menggambar” sebuah angka di papan tulis, dan menjelaskan angka berapa yang di gambar tersebut. Setelah itu, anak bergiliran memakai kaus kaki dan sepatunya sendiri, mengambil tas, dan keluar dari kelas.

Khusus di hari Jumat, kelas PG-A digabung dengan PG-B, dan tidak ada kegiatan terstruktur seperti hari Senin atau Rabu. Di hari Jumat, kelas dimulai dengan menari bersama, lalu anak-anak bebas bermain didalam kelas. Setelah itu, satu per satu murid bergiliran maju untuk menyanyi lagu apapun yang mereka pilih. Hal ini bertujuan melatih keberanian anak untuk tampil didepan umum, mengafal lagu yang mereka sukai, dan menghargai penampilan teman sekelasnya.

Overall, dengan harga yang relatif ekonomis, SKB berhasil menarik perhatian saya. Dan jumlah murid yang masih belum terlalu banyak (sekitar 8 anak termasuk Bintang), memungkinkan adanya interaksi yang baik antara Bintang dengan guru. Begitu pula antara saya dan gurunya. Kurikulum yang menekankan pada pembentukan kemandirian anak dan kreativitas, sepertinya cocok dengan selera pribadi saya dan (mudah-mudahan) bisa membantu Bintang untuk perkembangan sosial dan kognitifnya.

Disamping itu, SKB juga punya agenda rutin tahunan untuk menampilkan kreativitas anak di acara yang digelar oleh Gramedia Group, seperti kids expo (pertengahan tahun 2012), ataupun acara lainnya seperti SBO-TV baby star (tanggal 12 Mei 2012), dan kids fair di Grand City (13 Mei 2012). Walaupun belum ada indikasi sebagai seorang performer saya harap kesempatan tersebut bisa pelan-pelan membantu Bintang untuk mengatasi kekhawatirannya di tempat asing.

Advertisements

1 Comment

Filed under ALL POSTS, KIDS

One response to “Tentang Sanggar Kreativitas Bona

  1. ardhyni

    biayanya berapa bu?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s