Terpaksa Belajar

Membaca berita tentang kecurangan terorganisir di sebuah SMU swasta di Lampung, membuat saya kembali bangga sebagai bagian dari bangsa Indonesia. Dengan sistem pendidikan yang amburadul dan budaya instan yang menyebabkan banyak remaja menjadi galau tanpa sebab, ternyata masih ada seorang perempuan tangguh bernama Nur Hidayatusholihah (Nunung), yang teguh dalam memegang prinsip, percaya diri, dan berani mengambi keputusan yang melawan arus, apapun resikonya.

Keberanian dan kepercayaan diri yang ditunjukkan oleh Nunung WAJIB menjadi reminder dan tentu saja menginspirasi siapapun. Walaupun gagal, ia menunjukkan bahwa harga diri manusia terletak pada bagaimana ia berani bersikap dan menjalani resiko dari keputusannya tanpa mengeluh. Bahwa tidak ada yang namanya “jalur ekspress” menuju keberhasilan, bahwa semua kesuksesan lahir dari kerja keras dan kemauan untuk mengambil hikmah dari kegagalan sebagai bekal melangkah selanjutnya. Inilah proses pendewasaan dan life skills yang tidak bisa didapatkan di mata pelajaran apapun di sekolah.

Tapi jangan lupa..

Kegagalan Nunung BUKAN karena sekolahnya terlibat kecurangan, tapi karena dia mendapatkan nilai Ujian Nasional (UN) yang rendah. Akibatnya, Nunung terpaksa tinggal kelas dan terpaksa terus-terusan belajar. Apakah guru di sekolah yang kurang memenuhi persyaratan sehingga gagal dalam memberikan pelajaran sesuai standar soal-soal UN, ataukah pihak Kemendiknas yang harus merevisi soal UN menjadi lebih mudah?

Atau sebaiknya UN dihapuskan saja?

Saya jadi teringat ketika bersekolah dulu. Setelah mabok selama 12 tahun (SD, SMP, SMA) dihantui berbagai ujian mulai dari  EBTA, EBTANAS dan UMPTN, akhirnya ketika mau lulus kuliah dan membuat skripsi, saya bisa berkata, “this is what learning is all about..” Bahwa pada akhirnya saya sadar buku-buku itu bukan berfungsi sebagai hiasan lemari, tapi mengandung berbagai teori yang bisa diterapkan dalam kehidupan nyata untuk memecahkan berbagai masalah yang kita hadapi, bahkan untuk menciptakan inovasi-inovasi baru yang bermanfaat bagi seluruh umat manusia.

Berdasarkan pengalaman pribadi itu jugalah, bagi saya ada baiknya juga jika pihak Kemendiknas merevisi kembali standarisasi nilai UN sebagai syarat kelulusan. Daripada membuat siswa terpaksa belajar tanpa tujuan yang jelas, mengapa tidak mendorong mereka untuk mengerjakan sebuah proyek yang mengasyikkan, berdasarkan kasus-kasus yang terjadi secara nyata dan bagaimana teori yang mereka dapatkan selama ini bisa dipergunakan untuk memberi solusi. Selain memaksa siswa untuk kreatif, hal ini akan menunjukkan kemampuan mereka dalam membuat sebuah inovasi.

Jika sistem ini yang diberlakukan, Nunung pasti bisa menyelesaikannya dengan baik. Dengan keberanian dan keteguhannya dalam mempertahankan prinsip, saya yakin dia berhak melanjutkan hidupnya menuju masa depan yang lebih baik. Dengan dukungan sistem yang tepat, bukan tidak mungkin seorang Nunung akan merubah nasib bangsa ini, bersama Nunung-Nunung lain yang siap bekerja lebih keras, dan tidak hanya menunggu uluran tangan atau perlakuan khusus dari siapapun, melainkan bergerak sendiri dan menciptakan sebuah perubahan.

* * *

Advertisements

4 Comments

Filed under ALL POSTS, MY INDONESIA, RANDOM

4 responses to “Terpaksa Belajar

  1. Nambahin komen dikit yg memperjelas… Kegagalan Nunung bukan karena sekolahnya terlibat kecurangan, tapi karena dia mendapatkan nilai Ujian Nasional (UN) yang rendah >> pada SATU MATA PELAJARAN, dan walaupun ia secara rutin menjadi JUARA KELAS selama bersekolah. Jadi walaupun rutin juara kelas [dan jujur luar biasa], hanya karena ia kalah bersaing di satu mata pelajaran UNAS yg tidak jadi kekuatannya, maka ia “tidak lulus inspeksi”, dianggap “produk gagal”, dan kemungkinan akan dianggap warga kelas dua. Sooo… tanpa kecurangan pun, konsep UNAS sebagai standardized test sebenarnya penuh cacat. 😦

    • Betul itu Mas Kreshna, kasihan Nunung yg menginspirasi kita semua, seharusnya sistem pendidikan yang baik bisa memaksimalkan potensi siswa seperti dia tapi malah membuat dia jalan ditempat!

  2. Pingback: #indonesiajujur: Suarakan dukunganmu akan kejujuran! | Bined

  3. Pingback: #indonesiajujur: Suarakan dukunganmu akan kejujuran! | Tolak Ujian Nasional

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s