Dari Komodo ke SM*SH: Cuma Ada Di Indonesia

Hari ini, aku menyusun angan-angan dan harapan, agar suatu hari nanti, walaupun telah dimbombardir pengaruh dari luar Indonesia, anakku bisa bangga bahwa tidak ada negara lain yang memiliki lebih dari 17.000 pulau kecuali Indonesia. Bahwa sejak dulu, bangsa kita telah terbiasa menghargai keragaman etnis, agama dan budaya. Bahwa tulisan “Bhinneka Tunggal Ika” di kaki burung garuda adalah buktinya. Bahwa Indonesia, begitu penuh warna. Dan selama ratusan bahkan ribuan tahun kita semua hidup berdampingan dalam damai. Tidak perlu jauh-jauh pergi ke Amerika, karena di Jakarta kita bisa bertemu orang dengan berbagai etnis.

Aku bermimpi, menyalakan televisi dan melihat artis pujaan remaja masa kini tengah beraksi. Tapi dia tidak sedang bernyanyi, tidak juga sedang bermain sinetron, melainkan sedang mengajak anakku mengenal binatang dan tumbuhan khas negeri kami. Anakku begitu senang ketika melihat komodo dan bertanya kepadaku, “Mama, kadal itu besar sekali! Apa benar dia hanya ada di Indonesia?” Iya nak, jawabku. Sama seperti batik, keris, monas, dan artis favoritmu itu lho, SM*SH? Cuma ada di Indonesia.

Aku lalu tergelitik untuk meneruskan angan-anganku. Mengapa selama ini tidak ada yang terfikir untuk memanfaatkan kepopuleran para artis untuk mengajak anak-anak lebih mengenal kekayaan alam Indonesia, ya? Mereka itu public figure, sosoknya menarik dan Indonesia banget, sehingga jika acara kebudayaan yang menunjukan keindahan alam Indonesia bisa dikemas secara apik dan kreatif, bukan tidak mungkin bangsa ini mendapat alternatif tontonan selain sinetron. Kalau seluruh anggota SM*SH atau Brandon IMB punya acara yang mengajarkan anak-anak untuk buang sampah di tempatnya, pasti anakku juga akan mengikuti mereka, bukan?

(Semoga insan-insan kreatif di dunia pertelevisian Indonesia ada yang membaca tulisanku ini, hihihi..)

Begitulah angan-anganku, yang membawaku kembali kepada suatu hari didepan televisi. Kali ini aku bertemu dengan idola masa kecilku. Lengkap dengan peci hitam dan sarungnya, si Unyil kembali hadir untuk menghibur anakku. Unyil adalah figur orang Indonesia versi otak masa kecilku, dan Pak Ogah adalah jenis orang yang, yah, pokoknya nggak banget. Biasanya yang hadir pada jam itu di layar kaca kami adalah empat pasang suami istri dengan aksi komedinya, yang entahlah, sepertinya koq kurang tepat jika ditonton bersama anakku. Tapi beruntunglah karena dalam mimpiku kali ini, Unyil dan teman-temannya membuat kami tertawa terbahak-bahak ketika dengan penuh rasa malu akhirnya Pak Raden mengaku telah mengkorupsi uang sumbangan RT. Uang itu seharusnya dipakai untuk acara bersama.

Ternyata kebiasaan masyarakat Indonesia untuk bergotong-royong telah menimbulkan pertanyaan lagi bagi anakku, “Mama, kenapa kita tidak pernah bekerja bakti sama tetangga seperti Unyil dan teman-temannya?” Ah, nak, pikirku, kita ini memang sudah melupakan warisan budaya bangsa sendiri, kita begitu fokus pada perpecahan dan kebencian, kita sudah terlalu sering mengkritik pemerintah dan lupa bahwa kita bisa bergerak sendiri. 

Dalam mimpiku, anakku menjawab. “Iya mama ini aneh, ngapain jauh-jauh ke koloseum dan menara Eiffel, padahal kita punya Borobudur ‘kan Ma? Harusnya mama menonton film tentang Borobudur saja, jangan kebanyakan nonton film Hollywood yang isinya koloseum sama Eiffel.”

Hah? Mana ada?” tanyaku, yang kemudian dijawabnya “Ada, Ma.. Tadi adek nonton di sekolah, filmnya tentang Borobudur, yang main Morgan lho Ma, ada juga tante Dian, Om Teuku Wisnu, sama kakak Nikita Willy..

Tapi ‘nak, ini kita masih mimpi atau sudah bangun sih?

* * *

Advertisements

Leave a comment

Filed under OTHERS

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s